Artikel Keluarga

Berkenalan Dengan Sensori Integrasi


27 Maret 2023 | Ira yulianti, S.Psi., M.Psi. | 77

Berkenalan Dengan Sensori Integrasi

             Apakah anda pernah mendengar kata “Sensori Integrasi”? Apa sebenarnya Sensori Integrasi itu? Sensori Integrasi pertama kali dicetuskan oleh seorang tokoh bernama Jean Ayers pada tahun 1970an. Sensori Integrasi adalah kemampuan otak untuk menerima, mengenali, mengatur, menyusun dan menafsirkan informasi yang masuk melalui sistem indera kita dan memunculkannya melalui perilaku dan pemahaman kita akan dunia kita. Secara singkat, Sensori Integrasi adalah bagaimana otak mengolah informasi yang didapat dari indera kita dan memunculkannya dalam bentuk respon yang sesuai (adaptive respon). Sensori Integrasi sendiri berkembang sejak bayi melalui kegiatan sehari-hari dan stimulasi dari lingkungan.

           Ada beberapa area yang digarap dalam Sensori Integrasi yaitu :

  1. Visual
  2. Auditory
  3. Gustatory
  4. Olfactory
  5. Interoception
  6. Taktil
  7. Vestibular
  8. Proprioseptif

             Seluruh area ini harus mendapatkan stimulasi yang tepat agar dapat berkembang dengan optimal dan terintegrasi dengan baik. Stimulasi yang diberikan dapat dimulai sejak anak masih bayi hingga mereka bersekolah.

            Penting sekali orang tua dan guru memberikan stimulasi pada seluruh aspek yang tertera pada alinea diatas karena aspek-aspek tersebut merupakan dasar atau fondasi dari pembelajaran akademik di jenjang selanjutnya. Bentuk stimulasi yang diberikan adalah melalui kegiatan sehari-sehari dan permainan-permainan sederhana menggunakan alat-alat di lingkungan sekitar. Prinsip pemberian stimulasi ini adalah ajak dan libatkan anak untuk bergerak dan bermain, munculkan rasa senang serta beri mereka kesempatan untuk mencoba banyak hal. Pada artikel-artikel selanjutnya akan dipaparkan ide-ide kegiatan yang dapat dilakukan untuk menstimulasi area-area indera tersebut diatas.

             Proses pengolahan di otak ini dapat mengalami suatu gangguan. Ia diibaratkan dengan kabel atau  benang yang kusut sehingga tidak dapat berfungsi dengan lancar dan baik. Adapun ciri-ciri dari gangguan Sensori Integrasi adalah :      

  1. Terlalu sedikit atau terlalu banyak reaksi. Misalnya anak tidak bereaksi terhadap sentuhan atau justru bereaksi secara berlebihan.
  2. Gerakan yang tidak sesuai. Anak bergerak terus tanpa lelah atau sebaliknya anak sama sekali tidak mau bergerak, bergerak sangat lambat atau seperti ketakutan.
  3. Kurang koordinasi. Anak bisa bertindak tetapi sangat kikuk
  4. Kesulitan belajar. Anak belajar dengan lambat, tidak bisa mengikuti pelajaran dan lambat dalam menguasai pelajaran.
  5. Kesulitan belajar sebagian. Gangguan yang terlihat hanya di satu bidang misalnya membaca saja atau berhitung saja.
  6. Perilaku yang luar biasa. Anak menunjukkan perilaku menolak atau agresif yang sulit dipahami.

(Konsep Sensori Integrasi-Informasi Dasar. Schaefgen, Rega. Yayasan Suryakanti.2008)

             Apabila mengalami gangguan tersebut maka anak perlu mendapatkan bantuan dari pihak profesional guna mengurai “kabel atau benang yang kusut” tersebut.




Baca juga


Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!