Artikel Pengembangan Diri

Sulit Menerima Kritik?


22 Januari 2024 | Vera Juwita Darmawati, M.Psi., Psikolog | 13

Sulit Menerima Kritik?

Pernahkah kamu mendengar orang berkata “hati-hati kalau “ngomong” sama dia, terlalu sensitif orangnya”. Atau mungkin pernah terdengar selentingan orang menilaimu dengan berkata “Aku kan cuma kasih  masukan, kok kamu marah sih?” atau “duh takut deh kasih masukan kamu, kamu sering salah nangkep maksud aku”

 

Seseorang dikatakan terlalu sensitif ketika ia tidak dapat menerima komentar atau saran yang disampaikan dengan baik tanpa merasa sakit hati. Orang yang terlalu sensitif biasanya akan sangat reaktif dan mudah terluka. Bahkan candaan-candaan ringan yang dilontarkan orang lain, seringkali menimbulkan perasaan-perasaan negatif yang sangat kuat. Beberapa respon yang biasanya muncul misalnya  perasaan malu yang luar biasa, marah, sedih, menarik diri dan lain-lain.

 

Kritik  dari orang lain tentu memiliki banyak manfaat untuk diri kita. Dengan menerima kritik dari orang lain, kita mendapatkan informasi mengenai kekurangan diri yang perlu kita latih dan kita kembangkan, memacu semangat kita untuk terus berkembang dan memperbaiki diri, serta membantu kita dalam memperoleh ide-ide baru. Namun seringkali kita gagal menangkap pesan positif orang lain saat memberikan saran karena merasa tersinggung.

 

Menjadi terlalu sensitif juga dapat menghambat relasi dengan orang lain. Tanpa disadari saat seseorang merasa tersinggung, Ia akan menunjukkan reaksi spontan seperti marah atau “ngambek” dengan berkata-kata kasar atau melakukan silent treatment. Muncul perasaan  merasa seolah-olah semua orang selalu menyinggungmu yang pada akhirnya membuat orang itu menarik diri dari lingkup pergaulannya. Disaat yang sama, teman-temannya juga akan merasa takut untuk memberi masukan karena menghindari konflik dengan.

 

Beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk melatih diri menjadi lebih obyektif saat menerima kritik :

1. Confront Illogical Ideas

Diskusikan persepsimu dengan orang lain yang kamu pandang dapat memberi penilaian secara obyektif. Kamu akan memperoleh sudut pandang yang berbeda. Setiap orang pernah salah dalam mempersepsi sesuatu, jadi mendiskusikannya dengan orang lain dapat menjadi cara yang positif untuk menemukan atau merubah persepsimu yang mungkin kurang tepat.

2. Improve Problem Solving Skill

Semakin sering kamu berlatih mencari sudut pandang lain, kemampuanmu untuk menganalisa sebuah persoalan juga akan lebih terlatih. Melalui diskusi tersebut kamu juga akan mendapat pengetahuan mengenai reaksi yang tepat untuk merespon sebuah situasi. Proses ini tanpa kamu sadari akan melatih kemampuanmu menyelesaikan sebuah persoalan.

3. Self-Talk

Berbicaralah pada diri sendiri dengan cara yang positif. Misalnya, saat jawabanmu salah dan kamu tiba-tiba merasa malu atau tersinggung kamu dapat berkata “Ngga papa, jawaban yang salah bukan berarti aku murid yang buruk” . Contoh lain, saat teman tidak setuju dengan opinimu kamu dapat berkata “Dia hanya mengemukakan pendapatnya yang berbeda denganku, bukan berarti dia tidak menyukaiku”

4. Compensate for Constitutional Oversensitivity

Bekerjasama dengan orang lain untuk memberitahumu saat kamu mulai terlalu sensitif. Hal ini dapat meningkatkan kesadaranmu pada situasi atau kondisi tertentu saat kamu mulai terlalu sensitif. Mungkin saat kamu terlalu banyak tugas yang menumpuk, kurang tidur dan lain-lain. Saat kamu menemukan polanya, cobalah untuk menghindari hal-hal tersebut.

 

Untuk menjaga relasi dengan orang lain, setiap orang perlu belajar menyampaikan opini, pendapat, saran atau kritik dengan cara yang tepat. Sampaikan saranmu di waktu yang tepat, pilihlah kata yang tepat, spesifik dan konkrit kemudian sampaikan dengan jelas, jangan bertele-tele dan perhatikan nada bicara serta intonasi suara.

 

Menjaga relasi agar pertemanan terjalin dengan baik adalah tanggung jawab bersama. Terkadang kritik dari teman membuat kita merasa tidak nyaman. Namun jika kritik itu bertujuan membawa perubahan yang positif, artinya teman kita sedang menunjukkan kasihnya pada kita. Seperti firman Tuhan dalam Amsal 27 : 6 yang tertulis bahwa “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah”

 

Teruslah berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Tuhan Memberkati.

 

Daftar Pustaka :

Schaefer, Charles E., Millman, Howard L. 1981. How to Help Children with Common Problems. New York : Van Nostrand Reinhold Company.




Baca juga


Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!