28 April 2021 | | 15
Masa SMA adalah masa yang paling indah, begitu kata orang. Siswa SMA mulai menemukan jati diri mereka, hubungan dengan teman sebaya menjadi penting, idealis, dan beranjak dewasa. Siswa SMA dalam idealismenya ingin memperoleh universitas dan jurusan kuliah yang terbaik. Tidak jarang siswa yang mengambil tes minat bakat, konseling dengan guru BK atau agen konsultan pendidikan, browsing di internet universitas dan jurusan kuliah yang tepat untuk mereka. Namun sebagian siswa memilih jurusan kuliah tidak berdasarkan pertimbangan yang matang. Beberapa hanya mendengarkan apa yang dianggap keren, atau sekedar ikut-ikutan saja. Ada juga yang memilih jurusan tanpa mengukur kemampuan diri. Padahal jurusan kuliah yang dipilih adalah hal penting untuk menentukan lapangan pekerjaan di masa mendatang. Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam memilih jurusan kuliah yang tepat.
Strategi pertama : unlock their super power. Kita perlu mengetahui kekuatan spesial (strength) yang dimiliki siswa untuk mencapai potensi maksimalnya. Strength merupakan gabungan potential (what you are good at), personality (who you are) dan passion (what you love). Kalau di bidang tersebut ia hanya memiliki personality dan potential namun tidak memiliki passion, ia akan hidup seperti zombie, ia bisa mengerjakan dengan baik namun ia merasa menderita karena tidak menyukai yang dilakukan. Misalnya nilai matematikanya bagus di rapor, namun ia tidak menyukai soal hitungan. Ia mampu, namun ia tidak enjoy apabila ia memilih jurusan Aktuaria. Lain halnya apabila ia hanya memiliki potential dan passion namun tidak memiliki personality, ia akan bahagia mengerjakannya, namun kesulitan dalam tantangan pekerjaan sehari-harinya. Misalnya ia menyukai dan mampu mengerjakan laporan keuangan untuk Akuntansi, namun ia seorang yang berantakan, kadang menaruh bon pembayaran yang diberikan sembarangan. Ketika perlu membuat pembukuan, ada saja bon yang kurang, maka dalam pembuatan laporan ia akan terhambat karena perlu mencari bon tersebut. Apabila ia hanya memiliki passion dan personality namun tidak memiliki potensi yang memadai, ia mungkin suka mengerjakannya, namun hasilnya kurang baik (underperform). Misalnya ia ingin menjadi artis terkenal dan menyukai akting, namun ia tidak pandai berakting. Kemungkinan besar ia hanya mendapat sedikit tawaran akting.
Strategi kedua : preparing the road map. Setelah menemukan kekuatannya, siswa perlu menyiapkan langkah mendapatkan jurusan kuliah yang tepat. Step ini dimulai dari merencanakan jurusan kuliah yang sesuai dengan strength mereka. Selanjutnya orang tua dan siswa perlu berdiskusi. Dari pihak orang tua, orang tua perlu diedukasi mengenai perubahan karier lintas generasi. Karier yang dulu dipandang menjanjikan, belum tentu berhasil saat ini. Dari pihak siswa, ia perlu mencari informasi yang tepat seputar perkuliahan yang ia minati. Ia juga perlu menunjukan keseriusan tinggi ingin mengambil jurusan kuliah tersebut. Jembatani keinginan siswa dan pandangan orang tua dengan melihat fakta strength siswa berdasarkan data yang ada. Orang tua dan siswa yang bersangkutan juga dapat berkonsultasi dengan guru BK di sekolah. Kemudian eksplorasi opsi universitas terbaik pada jurusan tersebut. Lalu, persiapkan skill dan portofolio yang sesuai dengan kriteria penerimaan jurusan tersebut.
Kedua strategi di atas dapat diterapkan untuk meminimalisir siswa merasa salah mengambil jurusan. Dan strategi yang terpenting, bawalah dalam doa dan berserah kepada Tuhan yang Maha Esa dalam memilih jurusan dan universitas yang terbaik. Agar Ia sendiri yang membimbing dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh. Selamat menyongsong masa depan yang cerah bersama Tuhan. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23 : 18) Tuhan Yesus memberkati.