7 Oktober 2021 | | 48
Sejak tahun 2020, Indonesia ikut merasakan pandemi COVID-19. Sampai saat ini, walaupun kasusnya menurun dan sudah ada vaksin untuk usia 12 tahun keatas, namun aktifitas masih terbatas dan ada protokol kesehatan yang harus diikuti dalam hidup keseharian. Dampak pandemi ini sangat terasa dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Apa saja dampaknya?
Dampak ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kebiasaan belajar anak dan terutama perkembangan sosialisasi mereka. Oleh karena itu, pemerintah saat ini sudah mengijinkan sekolah kembali buka untuk melakukan aktifitas belajar, namun masih secara terbatas dan dengan adaptasi kebiasaan baru yang wajib dilakukan. Sehingga anak belum bisa bermain bersama dengan temannya secara bebas.
Untuk mendukung perkembangan sosial anak, ada beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama dengan tetap menerapkan jaga jarak atau protokol kesehatan, antara lain :
1. Virtual playdates
Membuat virtual playdates dengan aktivitas menonton Netflix bersama atau membuat art dan craft bersama.
2. Live gaming
Walaupun game mempunyai pengaruh buruk terhadap anak, jangan khawatir. Tetap tegas dan batasi jadwal bermain game. Dengan bermain game bersama, anak-anak tetap dapat berkomunikasi dengan temannya.
3. Offline playdates
Anak-anak bisa bertemu secara offline (4-5 orang) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (lihat juga kondisi lingkungan). Bisa dengan bermain ular tangga, monopoli, atau engklek. Alternatif aktivitas lain adalah bermain sepeda atau jalan-jalan pagi/sore. Bermainlah di luar ruangan.
4. Surat menyurat
Orang tua dapat mengajak anak untuk membuat surat dan mengirimkan ke temannya. Selain surat, bisa juga mengirim hasil art dan craft anak-anak kepada temannya.
Sumber : https://www.verywellfamily.com/kids-making-friends-during-the-covid-19-pandemic-5094921