24 Februari 2022 | | 273
Teman adalah segalanya. Dalam pertemanan inilah anak-anak belajar sosialisasi, pengertian, rasa berbagi, dan saling mengerti. Mereka belajar juga bagaimana memilih teman dan mengenali satu sama lain. Biasanya teman yang peduli akan memahami saat teman lainnya sedang kesulitan. Ia lekas membantu dan melakukan apa yang bisa ia lakukan.
Saat anak mulai bersosialisasi dan bermain dengan anak lain, pertengkaran dan tangisan sudah pasti tidak terelakkan.Tetapi bagaimana bila anak dikasari temannya?
Tindakan apa yang biasanya akan orangtua lakukan? Menyarankan anak untuk membalas? atau menyarankan anak untuk diam saja?
Ternyata kedua pilihan respon ini bukan pilihan yang terbaik, karena ketika anak membalas maka dikhawatirkan anak bisa melakukan cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah yang lain dan jika diam saja maka emosi negatifnya terpaksa diredam hanya untuk menyenangkan orang lain.
Agar lebih bijak dalam menghadapi situasi dilematis saat anak dikasari anak lain, cobalah melakukan beberapa hal berikut ketika Si Kecil dikasari anak lain:
1. Melatih anak berkata “Tidak”
Latih anak untuk bersikap tegas dengan berkata seperti “ Saya tidak suka dengan apa yang kamu lakukan”.
Kalimat tersebut mempertegas dirinya tidak menyukai perilaku temannya dan melatih anak untuk mempertahankan diri serta menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.
2. Ajarkan anak untuk tidak membalas
Jelaskan kepada anak untuk tidak meniru dan melakukan perilaku yang tidak baik seperti yang temannya lakukan.
3. Ajarkan anak untuk melibatkan orang dewasa
Meminta bantuan kepada orang dewasa atau yang bertanggung jawab di tempat tersebut. Misalkan melaporkan kepada orangtua temannya atau jika di sekolah bisa melaporkan kepada guru. Dengan catatan anak berkata jujur sehingga orang dewasa yang bertanggung jawab di tempat bisa membantunya.
4. Merespon laporan anak dengan tenang
Ketiak anak melaporkan kejadian buruk yang menimpanya, kita harus segera menanggapinya. Namun harus dengan kondisi tenang tanpa ada emosi yang meledak-ledak, bersikap bijak dan tidak terburu-buru mengambil tindakan.
5. Mengajak orangtua temannya untuk berdiskusi
Perilaku kasar dari teman sepermainan anak kemungkinana besar terbentuk dari pola asuh di lingkungan keluarga. Selama berdiskusi kita harus berusaha untuk bersikap netral.
Lingkungan sosial anak sangat diperlukan bagi perkembangan sosialnya. Teman adalah salah satu pengaruh yang signifikan bagi pembentukan karakter anak. Maka kita sebagai orangtua, harus mendampingi buah hati kita, supaya selalu berada di lingkungan pertemanan yang sehat.
Sumber : IG @mamahtalks.id