Browser Anda tidak mendukung JavaScript!

Klik di sini untuk lanjut

Artikel Keluarga

Screen Time Di Masa Pandemi


3 Agustus 2020 | Ruce Meyvard, S.Si Teol,M.Si. | 10

Screen Time Di Masa Pandemi

Perlukah orang tua merasa khawatir dengan penggunaan screen time anak di masa pandemi seperti ini? Apakah salah jika anak terlalu lama berada di depan layar komputer, gadget atau media online lainnya?

 

Pandemi Covid-19 membuat anak-anak harus belajar secara online. Hal ini menyebabkan penggunaan gadget maupun waktu berada di depan layar komputer, TV atau perangkat online lainnya (screen time) menjadi semakin lama.  Sebagai orang tua, tentu saja hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri yang muncul selain dampak pandemi lain yang kita  belum tahu kapan akan berakhirnya.

World Health Organisation (WHO)[1] dan American Academy of Pediatrics (AAP)[2] telah merumuskan pedoman penggunaan screen time untuk anak.  Pada dasarnya, kedua pedoman ini merumuskan bahwa anak dibawah 18 bulan tidak boleh mendapatkan screen time kecuali melakukan panggilan video (video chatting) dengan waktu yang tidak terlalu lama dan batasi penggunaan screen time tidak lebih dari 1 jam sehari untuk anak usia 2 - 5 tahun.

Apabila ada orang tua yang ingin mengenalkan media ke anak-anaknya lebih awal, disarankan untuk memilih program atau aplikasi yang baik dan melakukan pendampingan, sehingga ada interaksi yang terjadi dan kontrol yang bisa dilakukan. Pedoman untuk anak usia sekolah dan remaja lebih fleksibel. Tidak ada rekomendasi jam atau menit yang diberikan, namun tergantung pada gaya hidup anak dan aturan yang diterapkan orang tua di rumah.

Dengan adanya pandemi COVID - 19 dan pembatasan sosial di mana-mana, aktivitas dan interaksi sosial di tempat umum selain di rumah menjadi hal yang agak sulit  untuk dilakukan pada saat ini. Screen time menjadi salah satu hiburan dari kebosanan yang mungkin dialami anak ketika beraktivitas di rumah saja. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengatur screen time anak di rumah, antara lain"

 

  1. Waktu penggunaan screen time tetap menjadi hal utama untuk diperhatikan apapun kondisinya, mengingat hal ini berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental anak.
  2. Kualitas konten atau aplikasi dan program yang dilihat anak. Tidak semua yang masuk kategori “edukasi” bisa memberikan pengalaman pendidikan yang berkualitas. Orang tua perlu benar-benar selektif dalam menentukan hal ini.
  3. Orang tua perlu hadir bersama anak dalam aktivitas screen time, terutama di masa ketika anak masih butuh pendampingan. Bukan hanya hadir di sampingnya sebagai pengamat, tapi menjadi partner  yang terlibat aktif. Sehingga pengalaman screen time bisa meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan sosial anak.
  4. Tentukan waktu “no screen time” di mana semua anggota keluarga bisa melakukan aktivitas lain bersama dan berinteraksi secara langsung.
  5. Orang tua harus menjadi panutan (role model) bagi anak dalam penggunaan screen time. Jika orang tua bisa meregulasi diri dalam penggunaan media online dan gadget, anak juga bisa melihat yang dilakukan orang tua.

            Penggunaan screen time yang sehat dan berkualitas akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan well-being anak, terlebih di waktu-waktu sekarang, yang mana dunia digital sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

 

Daftar Rujukan

[1] Available at: https://www.who.int/news-room/detail/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more. Accessed July 27, 2020

[1] American Academy of Pediatrics, Council on Communications and Media. Media and Young Minds. Pediatrics. 2016;138(5):e20162591

 




Baca juga


Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!