Browser Anda tidak mendukung JavaScript!

Klik di sini untuk lanjut

Artikel Keluarga

Prinsip dan Cara Mendidik Anak Remaja yang Bisa Dilakukan oleh Orang Tua


13 Februari 2023 | Ivoni Sulistyani, S.Psi | 225

Prinsip dan Cara Mendidik Anak Remaja yang Bisa Dilakukan oleh Orang Tua

Remaja menjadi masa di mana anak mengalami peralihan usia. Di usia penuh tantangan ini, orang tua perlu pintar-pintar memberikan arahan agar anak tak salah langkah.

Perkembangan setiap anak tentunya tidak bisa disamaratakan. Hal ini karena remaja mempunyai perkembangan emosi serta kognitif yang berbeda.

Hubungan anak dengan orang tua pun bisa saja berubah karena ada perdebatan saat anak berada di fase ini.

Namun, sudah menjadi hal yang wajib pula bagi orang tua memberikan pengertian mengenai nilai-nilai kehidupan untuk bekalnya kelak.

Berikut beberapa tips cara mendidik remaja yang bisa dilakukan orang tua, yaitu :

 

1. Jadilah pendengar yang baik

Di usia remaja biasanya ada banyak hal yang mungkin ingin disampaikannya atau ditanyakan. Untuk itu, orang tua sekiranya bisa menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, bisa mencegah anak mencari pelampiasan yang negatif seperti melakukan kenakalan remaja hanya karena merasa tidak didengar dan tidak punya teman bicara.

Ketika orang tua menjadi pendengar yang baik, anak cenderung akan melakukan dibandingkan ketika orang tua yang banyak berbicara atau memberi saran.

 

2. Hormati privasi anak

Ketika anak beranjak remaja, orang tua perlu memahami bahwa anak mulai memiliki privasi yang harus dijaga dan dihargai. Menghargai privasi anak merupakan sebuah bentuk kepercayaan orang tua terhadap anak. Apalagi ketika sedang menuju usia remaja, anak pasti ingin dianggap telah dewasa dan bisa bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.

Dengan memberikan mereka privasi, berarti orang tua memberikan mereka ruang untuk belajar mandiri dan membangun rasa percaya diri mereka.

 

3. Sepakati aturan-aturan penting

Ketika anak menginjak usia remaja, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi untuk menyepakati peraturan bersama. Misalnya, boleh bermain sepulang sekolah, tapi harus sampai rumah sebelum pukul 7 malam atau boleh bermain bersama teman tapi tidak boleh merokok. Jika anak melanggar aturan yang telah disepakati bersama, kita punya wewenang untuk menegur sikapnya.

Ketika anak menyepakati aturan dan dilibatkan dalam diskusi, ia akan memiliki tanggung jawab dan tidak merasa terpaksa dalam menaatinya. Kuncinya adalah memberi pengertian kenapa aturan tersebut diterapkan. Jadi jangan cuma melarang dan memarahi, tapi perlakukan anak layaknya orang dewasa yang bisa diajak diskusi.

 

4. Jadi teladan yang baik

Meminta anak untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif tidak akan tercapai jika Mama Papa tidak mencontohkannya terlebih dahulu. Misalnya berharap anak rajin membersihkan kamarnya, tapi kita sendiri malas dalam merapikan kamar atau rumah.

Untuk itu, orang tua juga harus bisa mencontohkan sikap-sikap tersebut, sebagai bukti bahwa orang tua tak hanya mengajarkan tetapi juga mempraktikkan. Beri tahu dan beri contoh nyata mengenai hal-hal baik yang Anda harapkan darinya.

 

5. Berikan motivasi untuk cita-citanya

Doronglah anak untuk terus berkembang dan mengeksplorasi diri serta kemampuannya. Tak lupa, ajak anak untuk mencoba hal-hal lain di luar kebiasaannya agar pikirannya senantiasa terbuka dan biarkan ia belajar mengambil risiko.

Dan jangan terpaku pada stereotip bahwa jurusan tertentu hanya untuk jenis kelamin tertentu. Misalnya, jurusan Teknik hanya adalah jurusan untuk anak laki-laki,  dan sebagainya.

 

6. Berikan informasi dalam bergaul

Remaja merupakan usia yang rentan karena di usia ini mereka akan melihat banyak hal di lingkungannya.

Maka dari itu, orang tua perlu memberanikan diri untuk membicarakan tentang pergaulan remaja saat ini. Hal ini dilakukan untuk membangun pondasi yang kuat dalam bergaul dan memberikan mereka informasi yang sesuai.

 

7. Sampaikan cara mengelola stress

Ada berbagai tantangan dan sumber stres yang harus dihadapi setiap orang termasuk remaja. Jika tidak dilatih sejak dini, anak akan kewalahan menghadapi stres di masa depan sehingga mentalnya tidak cukup kuat. Oleh karena itu, remaja dibekali dengan berbagai cara mengelola stres dengan sehat.

Tunjukkan bahwa stres adalah bagian yang normal dari kehidupan. Stres tak selalu jadi musuh yang harus ditakuti.

 

Nah, itu dia cara mendidik anak remaja yang sangat penting untuk diperhatikan orangtua.
Semoga bermanfaat ya!

Sumber : https://hellosehat.com/parenting/remaja/tumbuh-kembang-remaja/cara-mendidik-anak-remaja/




Baca juga


Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!